EKONOMI PANCASILA DAN EKONOMI KAPITALISME

BAB 1
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Setiap negara memiliki sistem ekonomi tersendiri, tidak terkecuali negara Indonesia. Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di sebuah negara tidak lepas dari perekonomian di dalam negara itu sendiri. Sebuah Negara bisa dikatakan makmur apabila negara tersebut mempunyai sistem ekonomi yang tepat sesuai dengan keadaan negara tersebut dan sistem ekonomi tersebut bisa menyejahterakan masyarakatnya. Founding father, presiden pertama negara Indonesia, Bung Karno, bercita-cita[1], pada tahun 1933 mengatakan bahwa tujuan pergerakan Indonesia (saat itu) adalah mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan sempurna, yang bebas dari penindasan dan penghisapan, yang bebas dari kapitalisme dan imperialisme.
Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang dibangun atas dasar asas kekeluargaan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Begawan yang mempelopori untuk merintis Ekonomi pancasila adalah Prof. Dr. Mubyarto dari UGM-Yogyakarta.
Ekonomi Kapitalisme adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa adanya campur tangan pemerintah. Dari kedua sistem ekonomi tersebut mempunyai banyak perbedaan dan pengaruh terhadap ekonomi dalam sebuah negara.     

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut penyusun makalah mempunyai rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu :
  1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Ekonomi?
  2. Apakah definisi dan ciri-ciri dari Sistem Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kapitalisme?
  3. Apa kelebihan dan kekurangan dari Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kapitalisme?
























BAB 2
PEMBAHSAN


A.          Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi jika ditinjau lebih jauh maka akan beragam sekali macam-macamnya karena beragam pula negara yang menerapkannya. Pengertian Sistem Ekonomi yang diterapkan oleh beberapa negara. Arti Sistem berasal dari kata “sytema” yang dalam bahasa Yunani memiliki arti “Seluruh dari berbagai macam bagian”. Pengertian dari sistem menurut beberapa para ahli antara lain :
1.            C.W. Churchman :
”Sistem merupakan seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.”

2.            L. James Havery, menurutnya :
”Sistem adalah prosedur logis dan rasional guna merancang suatu dari rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud guna sebagai suatu kesatuan di dalam mencapai suatu tujuan yang telah di tentukan.”

Sistem Ekonomi merupakan suatu proses penerapan yang berhubungan serta memiliki interakasi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat dengan memiliki ciri dan identitas tersendiri.  Dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan. Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari. Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi ( what, how, dan for whom).

B.           Definisi dan ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kapitalisme

1.            Pengertian Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem Ekonomi Pancasila merupakan sistem ekonomi yang digali dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa prinsip dasar yang ada pada Sistem Ekonomi Pancasila tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan. Sistem ekonomi Pancasila juga dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang bisa berasal dari nlai- nilai agama, kebudayaan, adat-istiadat, atau norma- norma, yang membentuk perilaku ekonomi masyarakat Indonesia. Suatu perumusan lain mengatakan bahwa : Dalam Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal sebagai berikut[2] ”:
1. Sistem free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan structural ekonomi nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.
2. Sistem etatisme dalam arti bahwa negara berserta aparatus ekonomi negara bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
3. Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan cita-cita keadilan sosial.
Seorang pakar senior lain mengatakan bahwa terdapat 5 ciri pokok dari sistem ekonomi Pancasila yaitu : (Mubyarto, 1981).
1. Pengembangan koperasi penggunaan insentif sosial dan moral.
2. Komitmen pada upaya pemerataan.
3. Kebijakan ekonomi nasionalis
4. Keseimbangan antara perencanaan terpusat
5. Pelaksanaan secara terdesentralisasi

2.            Ciri-Ciri Ekonomi Pancasila
Ciri-ciri ekonomi pancasila secara umum ialah sebagai berikut :
a)      Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah Negara atau pemerintah.
Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak, pertambangan atau hasil bumi, dan lain sebagainya.
b)      Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan
peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
c)      Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh
      semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
d)     Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas
       kekeluargaan antar sesama manusia.

3.            Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalisme
Sistem ekonomi kapitalisme adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa adanya campur tangan pemerintah. Dasar pemikiran munculnya sistem ekonomi kapitalisme ini adalah kemakmuran masyarakat akan dapat tercapai apabila kepada mereka diberikan kebebasan untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi tanpa adanya campur tangan pemerintah, sehingga masing-masing masyarakat akan terlibat selama persaingan secara bebas dalam mencapai kemakmuran. Bapak ekonomi dunia sekaligus pakar sistem ekonomi kapitalis adalah Adam Smith, dimana dalam bukunya ”An Inquiry into the Nature and Cause if the Wealth of Nation”  ia mengatakan bahwa :

”Setiap orang sebagai hakim yang paling tahu akan kepentingan dirinya sendiri yang sebaiknya dibiarkan dengan bebas mengejar kepentingannya demi keuntungannya sendiri.”

Kapitalisme mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi kompetisi terbuka di pasar. Sistem ini menyediakan individu kesempatan lebih baik untuk meningkatkan pendapatan mereka dan dengan demikian mencapai pertumbuhan ekonomi.Hasil dari kapitalisme adalah sistem ekonomi yang terdesentralisasi. Faktor ini dianggap sebagai salah satu kelebihan terbesar kapitalisme. Dalam perekonomian yang terdesentralisasi, individu memiliki lebih banyak pilihan dalam bisnis.

4.            Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalisme
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme secara umum, yaitu :
  1. Alat-alat produksi ditangan orang perorangan tidak di tangan pemerintah.
  2. Harga sangat tergantung pada penawaran dam permintaan.
  3. Adanya kemerdekaan disegala bidang, seperti berusaha, mencari pekerjaan, memilih barang konsumsi, bersaing dan sebangainya.
Menurut Winardi, ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme, yaitu :
  1. Hak milik privat (kebebasan)
  2.  Kebebasan berusaha dan memilih
  3. Motif pokok yang berpusat pada kepentingan diri sendiri
  4. Persaingan
  5.  Ketergantungan pada sistem harga
  6. Peranan terbatas bagi pihak pemerintah :

C.          Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kapitalisme

1.            Kelebihan dan kekurangan sistem Ekonomi Pancasila
a)      Kelebihan
Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu sesuai dengan kemampuannya. Hak milik individu atas sumber-sumber produksi diakui walaupun ada pembatasan. Lebih mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan golongan
b)      Kelemahan
Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakunkan oleh pemerintah dan swasta. Sulit menentukan batas antara sumber-sumber produksi yang dapat dikuasai oleh swasta dan pemerintah.
2.             Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalisme
a)      Kelebihan  
1. Karena adanya persaingan bebas, maka produsen cenderung meningkatkan
 hasil produksi.
2. Kemungkinan pendapatan dapat dimaksimalkan.
3. Dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.
4. Pemilihan sector usaha disesuaikan dengan kemampuan.
b)      Kelemahan
1.      Terjadinya jurang pemisah antara kelompok ekonomi kuat dan kelompok ekonomi lemah.
2.      Munculnya monopoli.
3.      Tumbuhnya sikap mementingkag dirinya sendiri.
4.      Tidak menghiraukan HAM dan memperkerjakan anak dibawah umur.
5.      Kurang memperhatikan kesehatan dan lingkungan hidup sekitar perusahaan.

BAB 3
KESIMPULAN

Sebuah Negara memang membutuhkan sebuah sistem ekonomi karena bagaimanapun sebuah negara berusaha menyejahterakan rakyatnya, dari penjelasan dan pemaparan Sistem Ekonomi Pancasila dan Sistem Ekonomi Kapitalisme dapat disimpulkan bahwa sistem ekonomi pancasila lebih mementingkan kehidupan umum tidak individualisme, lebih mementingkan kehidupan saling bergotong-royong. Sedangkan sistem Ekonomi Kapitalisme yaitu sistem yang berkreasi bebas tanpa diatur oleh pemerintah. Ekonomi kapitalisme ini lebih ke persaingan ketat antar individu dan lebih mementingkan kehidupan indivualisme. Namun, dengan pemaparan tadi, kedua sistem ekonomi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri yang bisa menjadi pertimbangan oleh sebuah negara untuk mengatur sistem ekonomi untuk negara tersebut








[1] Djoko Dwiyanto dan Ignas. G. Sakson. 2010. Ekonomi (sosialis) Pancasila Vs Kapitalisme. Yogyakarta: Keluarga Besar Marhanisme DIY, hlm 139.
[2] Mubyarto, 1997. Ekonomi Pancasila. Yogyakarta; Aditya Media, hlm 53

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH KELAHIRAN TASAWUF

Macam-macam kitab Hadis